Pemulihan Diare pada Anak: Peran Nutrisi, Probiotik, dan Formula Bebas Laktosa

schedule 2 min read
Topic(s): Malnutrisi Nutrisi & Penanganan Penyakit
PIB IX PGHNAI

 

Dalam salah satu sesi ilmiah di Pertemuan Ilmiah Berkala IX Perhimpunan Gastroenterologi Hepatologi dan Nutrisi Anak Indonesia (PIB IX PGHANAI) pada tanggal 19 November 2023, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K) membahas pentingnya manajemen nutrisi dalam mempercepat pemulihan diare pada pasien anak. Dr. Ariani menjelaskan bahwa diare merupakan penyebab kematian kedua pada anak di Indonesia, dengan prevalensi 9% pada bayi.

Penyebab diare terbanyak di Indonesia adalah infeksi virus, terutama Rotavirus. Diare dapat menyebabkan penurunan penyerapan nutrisi, yang berpotensi menimbulkan keterlambatan pertumbuhan pada anak. Bayi di bawah satu tahun dapat mengalami diare hingga tiga kali dalam setahun. Setiap episode diare dapat menurunkan berat badan terhadap tinggi badan, berat badan terhadap usia, dan tinggi badan terhadap usia secara signifikan, yang berisiko menimbulkan stunting.

Lebih lanjut, Dr. Ariani menjelaskan bahwa diare memberi dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan, prestasi sekolah, dan perkembangan kognitif anak. Anak yang mengalami lebih dari lima episode diare sebelum usia 24 bulan memiliki hasil yang lebih buruk pada dua dari tiga tes kecerdasan di usia 5-12 tahun dibandingkan dengan anak yang memiliki riwayat diare lebih sedikit pada masa bayi.

Terkait tatalaksana diare, Dr. Ariani merekomendasikan rehidrasi oral, suplementasi zinc minimal 10 hari, pemberian ASI dan makanan dilanjutkan, pemberian antibiotik secara selektif, serta edukasi kepada orang tua. Ia juga menjelaskan peran formula susu rendah laktosa atau bebas laktosa dalam mempersingkat durasi diare dan membantu pemulihan, terutama pada kasus intoleransi laktosa sekunder akibat kerusakan usus oleh diare.

Selain itu, Dr. Ariani menekankan manfaat probiotik dalam menjaga keseimbangan mikroflora usus dan integritas sawar usus. Probiotik dapat memperpendek durasi dan mengurangi keparahan infeksi diare, sehingga berkontribusi pada keseimbangan ekosistem usus.

Sesi ini menyoroti arti penting manajemen nutrisi dalam penanganan diare pada pasien anak. Intervensi seperti formula susu rendah laktosa atau bebas laktosa dan probiotik berpotensi mempercepat pemulihan serta mencegah dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan kognitif.