Konsumsi Gluten pada Populasi Anak yang Memiliki Risiko Terbukti Meningkatkan Risiko Penyakit Celiac Sebesar Dua Kali Lipat

schedule 2 min read
Topic(s): Pertumbuhan & Perkembangan

Sejumlah penelitian telah mencoba untuk menentukan apakah konsumsi gluten sejak dini pada bayi mempengaruhi risiko penyakit celiac di kehidupan nanti. Namun, para peneliti Swedia tampaknya telah memecahkan sebagian teka-teki yang ada dengan hasil penelitian terbaru mereka. Mereka menemukan bahwa konsumsi makanan gluten sampai usia 2 tahun pada anak dengan factor risiko genetic meningkatkan risikopenyakit celiac sebesar dua kali lipat.

Risiko penyakit celiac ditentukan oleh paparan gluten dan adanya salah satu dari gen HLA DR3 haplotipe-DQ2 atau DR4-DQ8. Untuk penelitian ini, para peneliti menggunakan database dari 2.525 anak-anak dengan kerentanan genetic penyakit celiac di Swedia. Mereka menyeleksi 146 kasus, menghasilkan 436 pasang anak yang sesuai untuk kategori jenis kelamin, tahun kelahiran dan genotip HLA dengan pasien non-risiko, sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan dari bulan September 2004 hingga Februari 2010 dan hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology Hepatology.

Asupan gluten dihitung dari catatan makanan selama 3-hari yang dikumpulkan ketika anak-anak berusia 9, 12, 18 dan 24 bulan. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang cenderung memiliki genetik dan mengkonsumsi gluten sebelum 2 tahun, terpapar penyakit celiac. "Temuan ini membuka wawasan untuk beberapa hal, meskipun tidak semuanya, mengapa anak-anak beresiko genetic terpapar penyakit celiac," kata para peneliti

Para peneliti juga mencatat bahwa praktek pemberian makan bayi di Swedia berbeda dengan negara-negara Eropa lainnya dan Amerika Serikat. Secara tradisional di Swedia, makanan yang mengandung gluten diperkenalkan sejak dini pada anak-anak dan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, para peneliti meminta studi lebih lanjut di negara-negara lain terkait konsumsi gluten pada bayi-bayi untuk memahami risiko penyakit celiac lebih lanjut.

Sumber berita : klik di sini!